Insiden Protes Warga Raja Ampat dan Aktivis Greenpeace di Konferensi ‘Indonesia Critical Minerals’ di Jakarta

- Jurnalis

Sabtu, 7 Juni 2025 - 08:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Image: Pixabay

Surabaya – Amphibinews.Com – Insiden protes terjadi di tengah pembukaan konferensi ‘Indonesia Critical Minerals Conference & Expo 2025’ di Hotel Pullman, Grogol Petamburan, Jakarta, Selasa (3/6). Sejumlah warga Raja Ampat dan aktivis Greenpeace Indonesia melakukan aksi membentangkan spanduk dan berorasi, menyoroti dampak buruk ekspansi tambang nikel di kawasan Raja Ampat, Papua Barat Daya.

Menurut informasi yang dibagikan oleh akun TikTok @inilah.com, dan didukung oleh pemberitaan dari beberapa media bereputasi lainnya, para pengunjuk rasa menyuarakan penolakan keras terhadap rencana penambangan atau kegiatan yang berpotensi merusak ekosistem laut yang rapuh dan keanekaragaman hayati unik di Raja Ampat. Mereka membawa spanduk dan poster yang menyoroti pentingnya perlindungan lingkungan dan hak-hak masyarakat adat.

Informasi Shela Octavia dan Novianti Setuningsih, Kompas.Com (7/6/2025), dan Raden Putri Alpadillah Ginanjar et.all, Tempo.Co (5/6/2025); Aksi tersebut dilakukan oleh empat pemuda Papua bersama aktivis Greenpeace, yang menyampaikan kekhawatiran atas kerusakan ekologis akibat aktivitas pertambangan nikel di pulau-pulau kecil seperti Pulau Gag, Kawe, dan Manuran. Berdasarkan penelusuran Greenpeace, aktivitas tambang di pulau-pulau tersebut telah mengakibatkan kerusakan lebih dari 500 hektare hutan, serta sedimentasi yang membahayakan ekosistem laut, terutama terumbu karang yang menjadi daya tarik utama pariwisata dan sumber penghidupan masyarakat lokal.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Juru Kampanye Hutan Greenpeace Indonesia, Iqbal Damanik, menegaskan bahwa penerbitan izin lima perusahaan tambang di Raja Ampat telah melanggar Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, yang melarang penambangan di pulau kecil. Kepala Kampanye Hutan Greenpeace Global untuk Indonesia, Kiki Taufik, menambahkan, “Ekspansi tambang nikel telah menyebabkan kerusakan ekologis signifikan di beberapa wilayah Indonesia dan kini mulai mengancam Raja Ampat, kawasan geopark global dan destinasi wisata bawah laut terpopuler dunia”.

Aksi protes tersebut berujung pada penangkapan tiga aktivis Greenpeace dan satu pemuda Papua oleh aparat keamanan. Mereka sempat dimintai keterangan lebih lanjut sebelum akhirnya dilepaskan. Pemerintah, melalui Wakil Menteri Luar Negeri Arif Havas Oegroseno, menyayangkan cara protes yang dinilai kurang dewasa, namun menegaskan bahwa hilirisasi pertambangan harus memberikan manfaat bagi masyarakat setempat.

Menanggapi insiden ini, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memutuskan untuk menghentikan sementara kegiatan operasional tambang nikel di Raja Ampat, sembari menunggu evaluasi lebih lanjut.

Ketua DPW AMPHIBI Jawa Timur, Samsul Hadi, S.O., menyatakan dukungan penuh terhadap upaya penegakan hukum atas perusakan lingkungan secara umum dan khususnya terhadap insiden yang memicu reaksi protes warga di wilayah tersebut dan aktivis Greenpeace.

“Kami mendukung langkah-langkah penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku perusakan lingkungan, sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Jika benar terjadi kerusakan lingkungan akibat aktivitas pertambangan di Raja Ampat, maka pemulihan wilayah harus menjadi prioritas utama, dan pihak-pihak yang terbukti bersalah harus bertanggung jawab secara pidana, perdata, maupun administratif. Penegakan hukum lingkungan sangat penting untuk memastikan kelestarian alam dan perlindungan hak-hak masyarakat setempat,” ujar Samsul Hadi Sabtu, (7/6/2025).

Samsul Hadi juga menekankan bahwa penegakan hukum pidana dapat dilakukan jika sanksi administratif dan perdata tidak efektif, serta pemulihan lingkungan harus dilakukan untuk mengembalikan fungsi ekosistem yang terdampak.

Insiden ini menjadi sorotan nasional dan internasional, mengingat Raja Ampat merupakan kawasan konservasi laut dengan keanekaragaman hayati tertinggi di dunia, sekaligus ikon pariwisata Indonesia yang harus dijaga dari ancaman kerusakan lingkungan. (Red)

Berita Terkait

Warga Tolak Perpanjangan Kontrak TPST Bantargebang, Khawatir Bencana Ekologis
AMPHIBI Terima Bantuan Tumbler dan Kaos untuk Sosialisasi Kampanye Lingkungan hidup dari Kementerian LH/BPLH
Tanggul Sungai Deli Nyaris Jebol di Pekan Labuhan, Warga Desak Pemko Medan dan BWSS II Lakukan Perbaikan
Hari Ini, Sosialisasi Pengembangan Amphibi Se- Sumut Digelar di Pantai Sri Mersing Sergai
Pelindo Regional 1 Santuni Ribuan Anak Yatim di Hari Pelindo ke-4
Kasus Kapal Tunda, Pelindo Hormati Proses Hukum Kejati Sumut atas Kasus 2019 Sebelum Merger
Peringati World Clean Up Day 2025 dan Perkenalan Kepengurusan AMPHIBI Sumut
AMPHIBI Bersama Kanwil Pas Sumut Aksi Tanam Serentak Ribuan  Bibit Kelapa Dukung Program Ketahanan Pangan
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkait

Kamis, 30 Oktober 2025 - 01:25

Ada Apa Kejatisu ke Pelindo Regional 1 Belawan ? Begini Penjelasan Executive GM.Pelindo Regional 1 Belawan

Jumat, 24 Oktober 2025 - 06:37

Pelindo Regional 1 Bawa Harapan Baru bagi Nelayan Batu Bara

Jumat, 24 Oktober 2025 - 06:22

Pelindo Regional 1 Belawan Catat Kenaikan Arus Penumpang dan Meningkatkan Layanan 

Kamis, 23 Oktober 2025 - 13:15

Jalan Rusak Desa Tanjung Selamat Percutseituan Meresahkan Pengguna jalan, Butuh Perbaikan

Selasa, 21 Oktober 2025 - 03:26

Tim Polda dan DLH Lakukan Pengecekan Ambil Sampel Air Tanah Dugaan Pencemaran Limbah PT.UD Meresahkan Warga

Sabtu, 18 Oktober 2025 - 01:14

AMPHIBI Terima Bantuan Tumbler dan Kaos untuk Sosialisasi Kampanye Lingkungan hidup dari Kementerian LH/BPLH

Sabtu, 18 Oktober 2025 - 00:57

Pelindo Regional 1 Gelar Sharing Session Bersama Direktur Teknik PT Pelabuhan Indonesia (Persero)

Jumat, 17 Oktober 2025 - 03:34

Pelindo Regional 1 Gelar Program “Pelindo Mengajar” di SMK Swasta Hang Tuah Belawan

Berita Terbaru